DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA MENDUKUNG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI    |    SERTIFIKASI PERIKANAN BUDIDAYA, JAMINAN KEAMANAN PANGAN DAN PENINGKATAN KUALITAS PRODUK MENUJU PASAR BEBAS ASEAN 2015    |    PERIKANAN BUDIDAYA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN, MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN MENYERAP TENAGA KERJA    |    TINGKATKAN PRODUKSI, HAPUS KORUPSI    |    UNTUK SARAN DAN PENGADUAN DAPAT MENGHUBUNGI TELP/FAX (021) 3514779 ATAU EMAIL PENGADUAN.DJPB@KKP.GO.ID    |   

TABLOID AKUAKULTUR

TUJUH KAPAL IKAN ILEGAL VIETNAM KEMBALI DITANGKAP KKP

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan 001 kembali menangkap 7 (tujuh) kapal perikanan asing (KIA) berbendera Vietnam di perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI), sebelah barat Pulau Laut, Natuna, Kepulauan Riau, tanggal 12 April 2015, sekitar pukul 04.30-06.25 WIB. Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Asep Burhanudin, di Jakarta, (12/4).

Selanjutnya, Asep memaparkan kapal-kapal yang ditangkap seluruhnya diawaki oleh warga negara Vietnam, yaitu 1). KM BD 955820 TS (GT 35, ABK 12 orang)  2). KM. BD 96797 TS (GT 35, ABK 13 orang), 3). KM. BD 9598O TS (GT 35, ABK12 orang) 4). KM BD 95443 TS (GT 35, ABK 13 orang), 5. KM BD 96884 TS (GT 35, ABK 12 orang) 6). KM. TG 9242O TS (GT 45, ABK 11 orang, kapal penampung), dan 7). KM BD 95159 TS (GT 35, ABK 11 orang). Ketujuh kapal tersebut tertangkap tangan saat sedang melakukan penangkapan ikan, tanpa dilengkapi dokumen yang sah dari Pemerintah RI.

Kapal-kapal penangkap ikan yang tertangkap tangan tersebut diduga melanggar Pasal Pasal 93 ayat (2) jo Pasal 27 (2) UU No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp. 20 milyar. Sedangkan kapal pengangkut ikan diduga melanggar Pasal 94 jo Pasal 28 UU No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.5 milyar

Selanjutnya, ABK ketujuh kapal tersebut telah tiba di Stasiun PSDKP Pontianak dibawa oleh KP Hiu Macan 001, sedangkan ketujuh kapal berbendera Vietnam diperkirakan tiba di Stasiun PSDKP Pontianak, Kalimantan Barat, tanggal 15 April 2016, untuk menjalani proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan, pungkas Asep.

Jakarta, 13 April 2015