DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA MENDUKUNG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI    |    SERTIFIKASI PERIKANAN BUDIDAYA, JAMINAN KEAMANAN PANGAN DAN PENINGKATAN KUALITAS PRODUK MENUJU PASAR BEBAS ASEAN 2015    |    PERIKANAN BUDIDAYA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN, MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN MENYERAP TENAGA KERJA    |    TINGKATKAN PRODUKSI, HAPUS KORUPSI    |    UNTUK SARAN DAN PENGADUAN DAPAT MENGHUBUNGI TELP/FAX (021) 3514779 ATAU EMAIL PENGADUAN.DJPB@KKP.GO.ID    |   

TABLOID AKUAKULTUR

PENANGANAN ABK ASING OLEH KKP MENDAPATKAN APRESIASI POSITIF DARI KEDUBES CHILI

Kementerin Kelautan dan Perikanan sangat konsen dan serius dalam pemberantas pelaku IUU Fishing baik berskala Nasional maupun Internasional.

 Senin lalu (14/3) Pemerintah telah berhasil mengkandaskan Kapal Ikan buronan Interpol “FV. Viking” untuk dijadikan monument sebagai bukti keseriusan Negara Indonesia memerangi Illegal Fishing dan sekaligus menjadi salah satu obyek wisata di kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

 Terkait dengan ke 11(sebelas) ABK (6 WNI dan 5 WNA)  Kapal Ikan Tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Program Penanganan ABK pada Ditjen.PSDKP akan bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri dan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memulangkan ke 5 (lima) Warga Negara Asing.

Direktur Penanganan Pelanggaran Ditjen.PSDKP Fuad Himawan menyampaikan 5 (lima) ABK Warga Negara Asing asal negara Argentina, Chili, Myanmar dan Peru, Untuk sementara ditempatkan di Detention center guna menunggu proses hukum dan pemulangan ke negara masing-masing. Dari ke 5 ABK asing tersebut hanya 4 ABK saja yang akan di pulangkan Karen 1 ABK warga negara Chili bernama Juan Domingu Nelson Venegas Gonzales selaku Nahkoda kapal FV.Viking akan menjalani Proses hukum dari pemerintah RI.

 Lanjut Fuad, Proses penanganan ABK yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan mendapat apresiasi positif dari perwakilan kedutaan Chili, Peru dan Argentina karena telah memperlakukan warga negaranya dengan baik, saat perwakilan kedutaan meninjau warganya di Detention Center pada hari jumat 11/3.