DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA MENDUKUNG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI    |    SERTIFIKASI PERIKANAN BUDIDAYA, JAMINAN KEAMANAN PANGAN DAN PENINGKATAN KUALITAS PRODUK MENUJU PASAR BEBAS ASEAN 2015    |    PERIKANAN BUDIDAYA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN, MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN MENYERAP TENAGA KERJA    |    TINGKATKAN PRODUKSI, HAPUS KORUPSI    |    UNTUK SARAN DAN PENGADUAN DAPAT MENGHUBUNGI TELP/FAX (021) 3514779 ATAU EMAIL PENGADUAN.DJPB@KKP.GO.ID    |   

PERBENIHAN

SALURKAN DUKUNGAN PROGRAM PRIORITAS, KKP OPTIMIS KABUPATEN TULUNGAGUNG JADI SENTRA UTAMA PERIKANAN BUDIDAYA

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) salurkan berbagai bantuan program prioritas bagi pembudidaya ikan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (24/10). Kegiatan penyerahan bantuan sendiri dipusatkan di kawasan minapolitan desa Gondosuli Kecamatan Gondang.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal KKP Rifky E. Hardijanto, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung Ir. Tatang Suhartono, kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Ir. Riama serta Vice President of Public Relationship Bank Mandiri Riche Airleny Agnesia.

 

Bantuan program prioritas yang diserahkan dalam kegiatan tersebut berupa 2 paket mesin gerakan pakan mandiri (gerpari) untuk 2 kelompok, 7 paket bantuan sarana budidaya untuk 7 kelompok, 5 ton pakan ikan gerpari untuk 5 kelompok, 40 ribu ekor benih gurame untuk 2 kelompok dan 5 ribu ekor benih Lele beserta pakan 450 kg, probiotik dan perlatan budidaya untuk 1 kelompok. Total ada 18 kelompok pembudidaya ikan yang menerima berbagai macam bantuan tersebut.

 

Berbagai bantuan tersebut ditujukan untuk peningkatan produksi, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pembudidaya serta untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Khusus mesin pakan mandiri ditujukan untuk membantu masyarakat  pembudidaya ikan agar dapat menekan tingginya biaya produksi akibat mahalnya harga pakan yang menjadi komponen utama dalam struktur biaya budidaya. Melalui bantuan mesin pakan mandiri diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah pendapatan pembudidaya pada kisaran rata-rata Rp.2000 – Rp.3000/kg.

 

Selain itu, dukungan sarana budidaya untuk kelompok diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan skala usaha kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) dan meningkatkan produksinya hingga 3-5 ton per/paket. Sedangkan bantuan pakan dan benih ikan diharapkan dapat membantu meringankan biaya produksi dan meningkatkan skala usaha.

 

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal KKP Rifky E Hardijanto saat memberikan sambutan dalam acara tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan upaya dari KKP untuk memastikan potensi perikanan budidaya di Kabupaten Tulungagung yang begitu besar dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan begitu, ia optimis bahwa Kabupaten Tulungagung akan menjadi salah satu sentra utama perikanan budidaya.

 

Kabupaten Tulungagung diketahui telah berhasil mengembangkan setidaknya 4 komoditas utama ikan air tawar yaitu lele, patin, gurame dan berbagai macam jenis ikan hias. Kegiatan perikanan budidaya khususnya komoditas lele di pusatkan di kawasan minapolitan desa Gondosuli di areal pertambakan seluas 15,3 hektar. Sedangkan ikan patin dan hias banyak dikembangkan di desa Bendiljati Wetan Kecamatan Sumbergempol.

 

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Tatang Suhartono menyampaikan bahwa Setiap hari dari kawasan minapolitan ini setidaknya mampu diproduksi ikan lele sebanyak 12 ton. Ikan lele dari Kabupaten Tulungagung telah berhasil dipasarkan ke berbagai kota di pulau Jawa seperti Surabaya, Malang, bahkan hingga kota – kota di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Barat.

 

“kami menyambut baik berbagai dukungan program prioritas dari KKP untuk mendukung pengembangan perikanan budidaya di Kabupaten Tulungagung, dengan begitu kami berharap kegiatan perikanan budidaya di masyarakat semakin bergairah”ujarnya.

 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, di sela-sela panen lele dalam rangkaian acara tersebut menyampaikan bahwa keluhan utama dari masyarakat pembudidaya ikan hampir sama yaitu mahalnya harga pakan. Program gerpari yang digalakkan oleh KKP ditujukan untuk menjawab persoalan tersebut.

 

“kami terus mendorong agar masyarakat semakin kreatif untuk mencoba membuat pakan secara mandiri dengan memanfaatkan ketersediaan berbagai bahan baku lokal. Dengan begitu, persoalan biaya pakan dapat terpecahkan dan pendapatan masyarakat semakin meningkat”tegas Slamet.

 

Pada tahun 2017 DJPB KKP memiliki program prioritas di antaranya yaitu 3 lokasi Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (PSKPT), 3 lokasi Karamba Jaring Apung (KJA) Offshore, 203 paket Budidaya Lele Sistem Bioflok, 210 Ha Budidaya Ikan Minapadi, 835 paket bantuan sarana budidaya, 200 paket mesin gerakan pakan mandiri (Gerpari), 100 juta bantuan benih ikan dan berbagai dukungan lainnya. Bantuan yang diterima pembudidaya ikan di Kabupaten Tulungagung merupakan bagian dari program prioritas DJPB KKP ini.